BUPATI OKU TIMUR PANEN BERSAMA TANAMAN PADI MILIKNYA

  • Bagikan

LAPORAN WARTAWAN : ANDRI (ADV)
REDAKTUR : ANGGI SUBAGIO

KABARSUMATERA.CO.ID/OKU TIMUR – Dalam mengembangkan OKU Timur, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, M.Si serius menggarap sektor pertanian agar lebih baik lagi. Karena sektor pertanian merupakan sektor yang berkaitan satu sama lain.

Hal tersebut disampaikan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, M.Si pada kegiatan panen bersama dikediamannya di desa Sukaraja kecamatan Buay Madang kabupaten OKU Timur pada Selasa (06/07/2019).

“Bidang pertanian saling berkaitan satu sama lain, karena melihat potensi sumberdaya pertanian di OKU Timur, kita harus memajukan kesejahteraan di sektor ini karena bidang pertanian berkaitan satu sama lain” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pula bupati OKU Timur menyampaikan teknis bercocok tanam agar menghasilkan panen yang memuaskan, karena bupati OKU Timur prihatin dengan petani yang saat ini padinya terancam gagal panen akibat hama wereng.

“padi saya tidak ada werengnya karena saya tanam dua kali dalam setahun, kadang masyarakat memaksakan diri untuk menanam padi tiga kali dalam setahun, jadi ayo kita hilangkan kebiasaan ini. Ada juga pada peoses penanaman khususnya padi yang jauh dari irigasi atau tadah hujan, begitu hujan turun silakan tanam secepatnya kalo ada yang bilang takut dimakan tikus mulai saat ini jalankan tradisi bersama-sama untuk membasmi tikus” jelasnya.

Dalam memasuki musim kemarau ini, masyarakat dilema untuk menanam padi. Hal tersebut ditepis oleh bupati OKU Timur agar menjadikan pola pikir masyarakat OKU Timur agar bisa memanfaatkan momentum baik saat musim penghujan maupun musim kemarau.

“sekarang kita memasuki musim kering, musim kemarau yang sangat panjang, ayo para petani yang ada di OKU Timur bersama sama kita manfaatkan musim kemarau ini untuk kita beralih dari padi ke tanaman palwija seperti contohnya jagung” himbaunya.

Bupati OKU Timur juga memaparkan keuntungan yang bisa didapat jika beralih ke tanaman palawija di musim kemarau ini.

“kalo kita menanam padi dengan harga 8000 perkilo dengan luas sawah satu hektar hanya bisa menghasilkan 6 ton sekali panen kalo dikalikan bisa dapat 48 juta, sedangkan jika kita beralih ke palawija contoh harga jagung saat sudah mencapai 4000 dalam satu hektarnya ini minimal saja 6 sampai 8 ton jika dikalikan hanya selisih berapa juta tapi resiko hama yang menyerang tidak seperti kita menanam padi” pungkasnya.(ADV)

banner 728x90

banner 728x90

  • Bagikan