“wow”Berkat ridho orang tua,Bambang jadi pengusaha”

  • Bagikan

Kabarsumatera. Co. Id BLAMBANGAN UMPU Bisnis jual beli motor bekas adalah salah satu bisnis yang cocok untuk para pemula. Mengapa demikian? Karena pangsa pasarnya cukup besar. Hampir semua kalangan masyarakan memiliki motor di setiap rumah. Karena harganya yang murah, para pelajar, mahasiswa, karyawan pun memilih menggunakan motor untuk aktivitas sehari-harinya. Motor bekas lebih disukai karena harganya lebih murah daripada motor baru.

BAMBANG (29) pedagang sepeda motor bekas merintis usaha ini dari bawah sekali. Lima tahun tahun lalu dia hanya seorang pekerja buruh serabutan . Tenaga besar yang dikeluarkannya menurutnya tidak setimpal dengan hasil yang didapat. Dia pun mulai mencari usaha sampingan untuk menambah penghasilannya.Salah satunya adalah dengan menjadi makelar sepeda motor bekas. “Awalnya saya hanya menawarkan sepeda motor bekas milik orang. Ternyata laku, dan saya mendapat untung lumayan,” sebutnya.

Dari situ dia pun memberanikan diri untuk terjun lebih dalam dalam bisnis ini. Berbekal uang pinjaman dari meertua dia pun membeli tiga sepeda motor bekas, yang totalnya sekitar Rp20 juta. Motor-motor itu laku dalam waktu tidak terlalu lama. “Uang penjualan itu saya putarkan lagi untuk beli motor bekas, yang saya jual lagi. Ternyata menjual sepeda motor bekas lebih menguntungkan,” ungkapnya.

Demi memperluas usahanya, dia pun berusaha menambah modal. Tidak tanggung-tanggung, sertifikat rumahnya dijadikan agunan untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan. Kini dia memiliki pusat penjualan motor bekas di jl protokol Pisang Baru Bumi Agung Way Kanan. Ada belasan sepeda motor dipajang di sana. Di sampingnya, dia juga membuka jasa pencucian sepeda motor. Dalam berbisnis dia hanya dibantu oleh dua orang karyawannya, yang bertugas untuk masalah teknis dan pemasaran.

Soal omzet, Bambang enggan membeberkannya. Menurutnya pendapatannya tidak tetap lantaran dia tidak mematok margin yang saklek dari tiap unit sepeda motor yang dijualnya. “Saya ambil untung hanya kecil, yang penting cepat laku saja. Dalam satu bulan saya mampu menjual 30 unit. Tetapi belakangan ini menurun sekitar 25 unit saja, karena ekonomi memang agak lesu,” pungkasnya.

Menurutnya berbisnis sepeda motor tergolong minim resiko. Sejauh ini dia tidak pernah merugi, Setiap hari dia hanya menunggu pembeli, memanaskan mesin dan membersihkan produk-produknya. Menunggu pembeli datang, kata dia, adalah seni tersendiri yang tak semua orang betah melakukannya. (rico)

banner 728x90

banner 728x90

  • Bagikan