Dua Wanita Selundupkan Sabu 1 Kg Asal Aceh Ke Oku Timur Di Ciduk Polisi Berikut Bandarnya

  • Bagikan

Laporan Wartawan : KS Okut
Redaktur : Team Redaksi

Kabarsumatera.co.id / OKU Timur –
Polres OKU Timur yang dipimpin oleh Kasat Narkoba Iptu Dwi Rio Andrian SIK dan Kanit I Ipda Andi Wijaya SH berhasil menangkap Jumrowi (32) yang merupakan Bandar Narkotika dari Desa Sukaraja Tuha, Kecamatan Buay Madang, OKU Timur.

Dari penangkapan tersebut, anggota Satres Narkoba juga berhasil menyita Barang Bukti (BB) jenis Sabu seberat 1 kilogram. Penangakapan berlangsung pada Rabu (04/12/2019)  sekitar pukul 11.00 Wib di Pasar Martapura. Penangkapan ini diperkuat berdasarakan laporan polisi nomor: LP-A/101/XII/2019/Sumsel/OKUT, tanggal 04 Desember.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH, SIK didampingi Kasat Narkoba Iptu Dwi Rio Andrian SIK  dan Kanit I Ipda Andi Wijaya SH dan Kasubag Humas Iptu Yuli, saat menggelar Pers reales di Halaman Mapolres OKU Timur, Pada Senin (9/12/2019) mengatakan, Sebelum berhasil meringkus tersangka Jumrowi, terlebih dahulu anggota Satres Narkoba Polres OKU Timur meringkus dua tersangka lainnya yang merupakan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), bernama Sairah dan Julita yang berasal dari Provinsi Aceh.

Tersangka Sairah dan Julita saat itu berangkat dari Desa Perlak Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menuju Martapura OKU Timur dengan menumpang Bus jurusan Lampung. Sampai di Martapura tersangka naik ojek menuju ke rumah makan yang berada di Pasar Martapura.

“Saat meringkus kedua tersangka, anggota langsung menggeledah tas tersangka yang dibawanya dan anggota berhasil menemukan narkoba jenis Sabu yang dibalut dengan selimut tebal. Tersangka juga mengakui bahwa ia berasal dari Aceh,” ungkapnya.

Setelah ringkus kemudian kedua tersangka diintrograsi dan diproses lebih lanjut. Kedua tersangka juga mengakui bahwa barang tersebut akan diambil oleh tersangka Jumrowi yang berhasil diringkus di Jalan Merdeka Martapura.

Tersangka Sairah dan Julita dijanjikan akan di upah dengan uang sebesar Rp30 juta rupiah dengan uang jalan sebesar Rp7 juta rupiah.

Setelah diperlihatkan benar itu Sabu, tersangka Jumrowi yang ternyata sebagai bandar mengakui jika BB itu memang miliknya.

“Saat ini penyidik masih terus memeriksa ketiga pelaku untuk mengungkap apakah ada pelaku lain,” terangnya.

Sementara pelaku Sairah saat ditanya di Mapolres OKU Timur hanya bisa menangis dan mengaku tidak kenal dengan orang yang menyuruh dirinya untuk mengantarakan barang tersebut.

“Saya tidak kenal pak dengan orang itu,” ujarnya dengan sambil menangis.

Akibat perbuatan tersebut, ketiga pelaku dijerat dengan  pasal 114 ayat 2 karena lebih dari  lima gram pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.

banner 728x90

banner 728x90

  • Bagikan