BUKA FESTIVAL PANGAN B2SA EDWAR ANTONI BERHARAP TERCIPTA INOVASI-INOVASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL SEBAGAI SUMBER PANGAN POKOK

  • Bagikan

Laporan Wartawan : KS/RLS
REDAKTUR : ANGGI SUBAGIO

KABARSUMATERA.CO.ID/ WAY KANAN –  Festival Pangan Lokal, Lomba Masak Serba Ikan dan Launching Produk IKM (Industri Kecil dan Menengah) Tingkat Kabupaten Way Kanan diselenggarakan di GSG Way Kanan (24 / 7 / 2019) Pagi.

Membuka acara tersebut Wakil Bupati Way Kanan  Edward Antony mengawali dengan sambutan yang mengatakan bahwa Penyelenggaraan urusan pangan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012, yang dibangun berlandaskan kedaulatan dan kemandirian pangan. Hal ini menggambarkan bahwa apa bila suatu Negara tidak mandiri dalam pemenuhan pangan, maka kedaulatan Negara tersebut bisa terancam. Dalam Undang-Undang pangan ini menekankan pada pemenuhan kebutuhan pangan ditingkat perorangan, dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam, manusia, sosial, ekonomi dan kearifan lokal yang bermanfaat. ” Ujarnya

Beberapa hasil kajian menunjukan ketersediaan pangan yang cukup secara nasional terbukti tidak menjamin perwujudan Ketahanan Pangan pada tingkat wilayah (regional), rumah tangga dan individu. Hal ini akan membuktikan bahwa ketersediaan saja tidak cukup apa bila tidak dapat diakses dan dikonsumsi oleh masyakat dalam jumlah dan kualitas yang baik. Data menunjukan bahwa jumlah proporsi rumah tangga yang kekurangan gizi disetiap provinsi masih tinggi.

Dari segi fisiologis juga dikatakan bahwa, untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif manusia memerlukan lebih dari 40 jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan, sebab tidak ada satupun jenis pangan yang lengkap zat gizinya selain Air Susu Ibu (ASI). Berkaiatan dengan hal tersebut, penganekaragaman pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui kemandirian dan kedaulatan pangan.
Upaya penganekaragaman pangan secara umum sangat penting untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, pada hari ini Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengadakan kegiatan Festival Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).

Dengan kegiatan Festival Pangan  B2SA ini diharapkan dapat tercipta inovasi-inovasi pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber pangan pokok utama, sehingga ketergantungan akan pangan pokok bersumber padi/ beras dapat dikurangi.

Khusus untuk konsumsi ikan, dalam rangka memacu gerakan memasyarakatkan makan ikan, telah terbentuk organisasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Kabupaten Way Kanan. Pada Tahun 2018 tingkat konsumsi ikan adalah 33,19 kg/Kapita/tahun lebih tinggi dari angka konsumsi ikan Provinsi Lampung yaitu 32, 60 kg/kapita/tahun namun lebih rendah dari angka konsumsi ikan nasional yaitu 50,69 kg/kap/tahun.
Harapannya kedepan dengan adanya kegiatan ini bagi anggota PKK Kecamatan, organisasi wanita dan masyarakat pada umumnya dapat meningkatkan kesadaran untuk lebih memprioritaskan menu masakan dari bahan baku ikan dan membudayakan makanan yang beragam bergizi seimbang dan aman untuk konsumsi ikan dalam keseharian serta tergerak untuk bisnis kuliner yang prospektif untuk dikembangkan.
Pada kesempatan ini, selain kegiatan Festival  Pangan Lokal dan Lomba Masak Serba Ikan, ada juga kegiatan Lounching dan Bazaar Produk IKM Olahan Pangan Berbahan Ubi Kayu. Perlu saya sampaikan bahwa pada saat ini di Kabuputen Way Kanan tepatnya di Kecamatan Negeri Besar sudah ada pelaku usaha Industri Kecil dan Menengah yang membuat produk olahan pangan berbahan ubi kayu,  berupa Tepung Mocaf, Tepung Tapioka dan Tepung Raja Basa beserta produk turunanya. Produk IKM ini merupakan implementasi dari hasil riset yang telah dilakukan oleh para peneliti dari Balai Riset dan Standarisasi (BARISTAND) Industri Bandar Lampung.

banner 728x90
  • Bagikan