Bupati Way Kanan Titip Harapan Pada Calon Karyawan PT. BPRS Syariah Way Kanan

169

Laporan Wartawan : DEDI SETIAWAN
Redaktur : ANGGI SUBAGIO

KABARSUMATERA.CO.ID/WAY KANAN –
Pembukaan Inhouse Training Bagi Karyawan Baru PT. BPRS Way Kanan di
Horizon Hotel Bandar lampung Rabu, (26/06/2019).

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya
Mengawali sambutan ini atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan saya menyambut baik Inhouse Training Bagi Karyawan Baru PT. BPRS Way Kanan, mudah-mudahan melalui Inhouse Training ini para peserta dapat lebih memahami tugas dan tanggungjawabnya, sehingga dapat berdampak terhadap peningkatan kinerja. Harap Adipati.

Inhouse training adalah pelatihan SDM atau pelatihan karyawan yang pelaksanaannya berdasarkan permintaan oleh instansi klien, sehingga semua pesertanya berasal dari satu instansi yang sama. Karena pelatihan SDM dan pelatihan karyawan ini dilaksanakan khusus untuk satu instansi saja, sehingga materi In house training akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Menjadi pegawai diperusahaan perbankan masih menjadi favorit bagi pencari kerja, karena mempunyai penghasilan yang cukup baik dan fasilitas tambahan lainnya, dari harapan yang diinginkan oleh pencari kerja itu, tentu harus diimbangi oleh kinerja dari karyawannya. Semakin banyak nasabah semakin meningkatkan pendapatan bagi Bank. Keberhasilan ini tentu didukung oleh kinerja karyawannya.

Dari Inhouse Training ini para peserta akan menerima materi-materi sebagai bekal untuk memulai bekerja di PT. BPRS Way Kanan, karena Saudara-saudara diharapkan langsung bisa beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan kinerja yang baik. Proses inhouse traning ini harus saudara-saudara ikuti dengan sebaik-baiknya.
Kegiatan Inhouse Traning haruslah dipandang sebagai proses awal saudara memberdayakan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun potensi diri, sehingga nantinya saudara sudah siap menjadi karyawan yang profesional dalam melayani nasabah.

Dalam fungsi pengaturan dan pengawasan perbankan syariah dari aspek pelaksanaan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik dilaksanakan oleh OJK sebagaimana halnya pada perbankan konvensional, namun dengan pengaturan dan sistem pengawasan yang disesuaikan dengan kekhasan sistem operasional perbankan syariah. Masalah pemenuhan prinsip syariah memang hal yang unik, karena hakikinya bank syariah adalah bank yang menawarkan produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Kepatuhan pada prinsip syariah menjadi sangat fundamental karena hal inilah yang menjadi alasan dasar eksistensi bank syariah, bahkan bank-bank konvensional kini ikutan tren dengan mendirikan institusi syariah atau unit usaha syariah hal ini dilakukan untuk menggaet lebih banyak nasabah yang tertarik dengan keunggulan bank syariah.

Kemudian dalam setiap aktivitas usahanya, Bank Syariah selalu menggunakan hukum-hukum Islam yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadist. Berbeda dengan bank konvensional yang mengandalkan sistem bunga, sedangkan Bank Syariah lebih mengutamakan sistem bagi hasil, sistem sewa, berinvestasi pada usaha yang halal dan sistem jual beli yang tidak menggunakan sistem riba.
Meskipun tidak menggunakan Riba namun memerlukan pelayanan yang maksimal dari karyawan Perbankan Syariah untuk menarik nasabah yang sebanyak-banyaknya:
Pertama, tuntutan profesionalisme, tuntutan kinerja yang berkualitas, dengan output kerja yang memuaskan bagi nasabah dan PT. BPRS Way Kanan.
Kedua, tuntutan solusi terbaik yang stratejik dan aktual sebagai respons atas kebijakan dan permasalahan yang muncul.
Ketiga, tuntutan untuk memperkokoh kerja yang solid dan sinergis dalam melaksanakan tugas.
Keempat, tuntutan untuk lebih inovatif, kreatif dan responsif terhadap berbagai keadaan.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Saya ucapkan selamat mingkuti Inhouse Training kepada peserta. Akhirnya dengan mengucapkan bismilahirohmannirohim Inhouse Training Calon Karyawan PT. BPRS Syariah Way Kanan secara resmi saya nyatakan dibuka. Tutup Adipati.

Komentar Menggunakan Akun Facebook Anda