KabarSumatera. Co. Id : H. Oyong Damiri apresiasi atas Di raih nya Penghargaan Duku Komering”

  • Bagikan

KabarSumatera. Co. Id MARTAPURA
H. Oyong Damiri SE MM Tokoh muda OKU Timur serta pengusaha Muda yang sukses di ibukota Jakarta, yang lahir di Palembang, 7 Agustus 1970 yang di besarkan di Desa Rasuan Dusun IV Kecamatan Madang Suku I Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan,mengapresiasi kinerja pemerintah Kabupaten OKU Timur salah satu apresiasi ini ia sampaikan terkait hak paten nya Duku komering dari mentri hukum dan HAM beberapa bulan yang lalu.

Saat di wawancarai oleh media online kabarsumatera. Co. Id di lingkungan pemerintahan daerah OKU Timur tadi pagi kamis (30/08).

“saya sangat berterima kasih kepada Bapak holid Mawardi atas di terima nya penghargaan duku komering dari Gubernur Sumetera Selatan “pungkas Oyong.

Berita sebelumnya HM Kholid MD menghadiri acara Inspiring Leader Kompas Gramedia South Sumatera Awards 2017 untuk menerima penghargaan yaitu organic rice export program (program ekspor beras organik) dan strategic branding of Komering Duku (Strategi pematenan Duku Komering) , Selasa (29/08/17) malam di The Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang.

Acara yang dihadiri oleh kepala daerah se-Sumatera Selatan ini selain memberikan penghargaan kepada pemimpin yang memiliki program pembangunan pro rakyat dan dedikasinya dalam membangun daerah juga membahas bagaimana kesiapan Provinsi Sumsel dalam menghadapi era digital yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

Sebagai satu-satunya Kepala Daerah yang mendapat dua penghargaan sekaligus, Kholid membuktikan jika ia berhasil dalam memajukan pertanian di Kabupaten OKU Timur. Untuk duku Komering, ia mengaku sudah mendapat hak paten dan jaminan hukum. “Kemarin sudah mendapat hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM jadi tidak bisa dipalsukan dan tidak bisa di claim oleh daerah lain,” tegasnya.

Soal beras, Kholid mengaku ingin meningkatkan nilai tambah masyarakat dengam membuat terobosan dari Sumber Daya Alam (SDA) yang sudah ada, yaitu membuat beras organik. “Beras organik tidak memakai bahan kimia. Untuk distribusinya sendiri saat ini sudah sampai Jakarta. Persoalannya sekarang adalah bagaimana jualan ke luar negeri sehingga harganya bisa mencapai 20 ribu,” jelasnya kepada awak media

Menurutnya, seluruh kepala daerah harus memiliki jiwa interpreneur dan bisa menjual potensi daerah masing-masing. “Kalau yang lain kan jual destinasi wisata. Tapi ada juga daerah yang wisatanya tidak bisa dijual seperti OKU Timur. Maka yang dijual adalah produk yang memang dihasilkan oleh OKUT dan diharapkan ada nilai tambah bagi masyarakat,” pungkas nya

Bupati OKUT sendiri mengatakan jika masih banyak sekali SDA yang akan dikelola sehingga memiliki nilai jual. “Banyak sebenarnya yang bisa, Bendungan Komering itu bisa jadi destinasi wisata sebab belum saya garap dengan maksimal. Di pulau Jawa bendungan bisa menjadi tempat wisata. Kita bertahap satu persatu. Satu tahun setangah bisa dua jualan hebat!” tutupnya.(RICO)

banner 728x90

banner 728x90

  • Bagikan