Pemkab Way Kanan Tanda Tangani MOU Dengan Bank Indonesia

173

KabarSumatera.co.id BLAMBANGAN UMPU- Penandatanganan  Perjanjian Kerjasama Antara Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan Bank Indonesia tentang  Program Pengembangan UMKM Unggulan Komoditas Kopi di Kabupaten Way Kanan Berlangsung di  Gedung Bank Indonesia Perwakilan Lampung, jum’at  (18/05)Pagi. penandatanganan ini langsung oleh Bupati Way Kanan.

 

 

dalam sambutan Pidatonya Bupati Raden Adipati Surya mengatakan

Sebagai gambaran umum saya sampaikan, bahwa Kabupaten Way Kanan telah berdiri 19 tahun yang lalu, tepatnya dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 1999 tanggal 20 April 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II  Way Kanan, bersamaan dengan Kabupaten Tingkat II Lampung Timur dan Kotamadya Daerah Metro.

lebih lanjut Bupati Muda tersebut menyampaikan Bahwa jumlah penduduk Kabupaten Way Kanan tahun 2015 berjumlah 432.914 jiwa, dengan penduduk miskin sebanyak 14.61 persen (63.091 jiwa), dan IPM 68,15, serta PDRB perkapita mencapai Rp.23.210.000,-

Distribusi penduduk di setiap wilayah kampung/kelurahan dan kecamatan di Kabupaten Way Kanan juga bervariasi, secara berurutan dari 14 (empat belas) kecamatan yang ada, terdapat 3 (tiga) kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar yaitu Kecamatan Blambangan Umpu dengan jumlah 54.818 jiwa, diikuti oleh Kecamatan Banjit 41.977 jiwa dan Kecamatan Baradatu 37.715 jiwa.

sedangkan Dinamika kependudukan tersebut, selain menjadi kekuatan dan sumber daya pembangunan, juga dapat menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik. Terjadinya alih fungsi lahan secara tidak terkendali; meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan; meningkatnya angka kriminalitas; tumbuhnya kawasan kumuh, dan lain sebagainya. Itu semua merupakan ekses negatif yang berpotensi terjadi, apabila fenomena peningkatan jumlah penduduk tersebut, tidak kita antisipasi dan kelola dengan baik.

Pertanian merupakan penopang utama perekonomian di Kabupaten Way Kanan, dimana pada tahun 2016 penduduk yang bekerja pada sektor pertanian sebesar 74,8 persen yang memberi kontribusi terbesar terhadap PDRB atas dasar harga berlaku yaitu sebesar 37,19 persen. Dari kontribusi sebesar 37,19 persen tersebut, sub kategori tanaman perkebunan menyumbang sebesar 13,23 persen dengan laju pertumbuhan tanaman perkebunan sebesar 3,18 persen.

Pembangunan perkebunan masih dihadapkan pada permasalahan utamanya adalah (1) belum fokusnya pengembangan komoditas unggulan perkebunan baik kawasannya maupun produknya, yang dicirikan dengan produktivitas yang rendah (produktivitas lada 0,21 ton/ha, kopi 0,49 ton/ha); banyaknya tanaman yang tidak menghasilkan (karet 3.660 ha, lada 1.025 ha, kopi 590 ha), produk yang tidak kompetitif;  dan  sarat dengan berbagai keterbatasan antara lain:  modal, penguasaan manajemen dan teknologi, (2) belum sinerginya pengembangan produk unggulan dari hulu ke hilir, (3) kurang optimalnya pembinaan petani, (4) belum optimalnya daya dukung infrastruktur pertanian. Sementara itu dari berbagai sumber kajian teknis terhadap  potensi sumber daya alam, yang meliputi demografi, geografi, topografi, dan hidrologi, telah mengisyaratkan bahwa  pengembangan berbagai produk perkebunan menjadi pilihan utama yang prospektif.

 

Bertitik tolak dari itu, dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan periode 2016-2021 dengan visi ‘Way Kanan Maju dan Berdaya Saing 2021”, dalam arti maju menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Way  Kanan yang tinggi dan berdaya saing menunjukkan kemampuan daerah untuk bersaing dengan daerah lainnya dalam memanfaatkan potensi daerah.

Oleh karena itu kebijakan umum pembangunan perkebunan adalah pengembangan komoditas perkebunan unggulan yang di fokus pada komoditas perkebunan yang paling menguntungkan untuk diusahakan atau dikembangkan pada suatu daerah.

 

Salah satu komoditas perkebunan unggulan adalah kopi robusta, dimana kopi robusta dari Way Kanan merupakan salah satu bagian kopi robusta Lampung, dan  Masyarakat Indikasi Geografis Kopi Robusta Lampung (MIG-KRL) telah mengajukan perlindungan Indikasi Geografis.

Kopi Robusta di Kabupaten Way Kanan diberikan Brand Daerah dengan sebutan – KOPI PUTRI MALU (Tumbuh di sekitar air terjun Putri Malu). Kawasan pengembangan kopi di Kabupaten Way Kanan difokuskan di Kecamatan Banjit, Kecamatan Kasui dan Kecamatan Rebang Tangkas.

 

 

Syukur Alhamdulillah pada hari ini, telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung untuk mengembangkan UMKM Unggulan Komoditas Kopi di Kabupaten Way Kanan.  Saya mengharapkan Sinergitas dan dukungan seluruh Stakeholder dan SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan Khususnya instansi terkait bersama-sama fokus memajukan daya saing komoditas kopi robusta Way Kanan melalui kewenangan yang ada di unit kerja masing-masing baik yang menangani dari “hulu” maupun di bagian “hilir”.Pungkas nya dalam Sambutan (Rilis/Rico)

Komentar Menggunakan Akun Facebook Anda