Raden Adipati Surya Bersilahturahmi dengan Pengasuh Ponpes Se Way Kanan /KabarSumatera.co.id

  • Bagikan

KabarSumatera.co.id BLAMBANGAN UMPU -sebagai salah satu bentuk menjaga silaturahmi antar Pemerintah Daerah dengan para ulama, Kementerian Agama Kabupaten Way kanan gelar silaturahmi Pimpinan Madrasyah Diniyah dan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) se- Waykanan di Aula Kantor Kemenag, Rabu (6/6/2018).

 

Bupati Waykanan, Raden Adipat Surya mengatakan, di Kabupaten Waykanan sudah banyak Ponpes yang mengalami kemajuan dan dapat dibanggakan. Hingga saat ini, Kabupaten Waykanan telah memiliki sekitar 49 jumlah pondok pesantren yang tersebar di 14 Kecamatan dan keberadaannya pun sudah tidak diragukan lagi karena telah memiliki kontribusi yang nyata dalam pembangunan pendidikan.

 

Jika dilihat secara historis, pesantren memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membina dan mengembangkan masyarakat, bahkan pesantren juga mampu meningkatkan perannya secara mendiri dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat,” ujar Raden Adipati.

 

Pembangunan manusia juga menjadi tanggung jawab semua komponen termasuk dunia pesantren, masih lanjut Bupati muda kelahiran Bumi Ratu itu. Pesantren yang telah memiliki nilai historis dalam membina dan mengembangkan masyarakat, kualitasnya harus terus didorong dan dikembangkan dan tidak bisa dipisahkan dari proses pembangunan manusia yang tengah diupayakan oleh Pemerintah.

 

Selanjutnya, pada kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa program Pemerintah Daerah selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Edward Antony telah menganggarkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk MTS Swasta se-Kabupaten Waykanan sebagai upaya Pemerintah dalam menjaga dan memperkokoh benteng generasi muda yang salah satunya yaitu benteng agama.

 

“Pemerintah juga telah meminta kepada pihak Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas untuk melakuka pemeriksaan ke Pondok Pesantren minimal satu kali dalam dua bulan untuk mengetahui dan mengobati apabila ada santri-santri yang sakit. Juga pengobatan gratis yang dapat dilakukan saat diadakan kegiatan pengajian dengan langsung dapat menghubungi pihak Puskesmas,” lanjut Adipati.

 

Selain itu, saat ini Bangsa Indonesia tengah genjar dijajah oleh narkotika dan aksi terorisme, untuk itu melalui silaturahmi ini mengingat para kiyai dan ustad adalah unsur yang paling dekat dengan masyarakat agar dapat mengajak masyarakat untuk dapat menjaga kesatuan dan persatuan serta memberikan pengetahuan kepada generasi muda untuk dapat menjauhi narkoba.

 

“Pemerintah saat ini tengah berusaha mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkup Pemerintah Kabupaten, dan diharapkan kerjasamanya dengan Kepada para Pimpinan Madrasyah Diniyah dan Pengasuh Pondok Pesantren saya berpesan untuk selalu mentaati hukum yang berlaku serta membantu Pemerintah dan Kepolisian dalam memerangi narkoba dan mencegah terjerumusnya generasi muda dan masyarakat kedalam dunia narkoba serta aksi terorisme yang salah satunya adalah mencegah penyebaran ujaran kebencian dan berita hoaks,” tegasnya.

 

Ditempat yang sama, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Waykanan, M. Isa mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya silaturahmi ini adalah sebagai bentuk pengobat rindu para ulama kepada Bupati Waykanan, serta untuk mendukung program Pemerintah Daerah dalam memerangi narkoba dan aksi terorisme di dalam Pondok Pesantren dan masyarakat.

 

“Terkait dengan akan dirayakannya Hari Raya dan sholat Idul Fitri, maka kami siap membantu pemerintah untuk menciptakan ketertiban dan keamanan dengan cara mengayomi masyarakat untuk dapat bersama-sama memberikan pengarahan kepada para santri dan masyarakat. Serta ucapan terima kasih juga kami sampaikan atas program-program Pemerintah Daerah untuk MTS Swasta dan layanan kesehatan untuk para santri di Pondok Pesantren,” tutupnya. (RA)

 

 

banner 728x90

banner 728x90

  • Bagikan