Tugas & Kewajiban Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak

113

Laporan Wartawan : Andri
Redaktur : Anggi Subagio

KABARSUMATERA.CO.ID/OKU TIMUR – Dari isu yang berkembang terkait pembunuhan anak dibawah umur oleh tukang bubur di Bogor menyentuh batin dari jajaran dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Dra. H. Yuniati M.M melalui Sekdin Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra Tasmini, M.M didampingi Kabid Pengurusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Inoferwenti Intan dan Kabid Perlindungan anak dan Perlindungan Perempuan mengatakan “untuk kasus itu mungkin pelaku kurang akan wawasan, kalo dia punya wawasan, paham akan agama pasti dia lebih sabar dan tidak akan melakukan hal seperti ini” ungkapnya.

“inilah fungsi kami dalam melakukan sosialisasi di beberapa titik di 20 kecamatan di OKU Timur, guna mengurangi kejadian-kejadian yang saat ini terjadi” katanya.

Apresiasi memang harus kita lontarkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sebab dinas ini memikul beban yang berdampak ke SDM.

“hadirnya dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak ini untuk mengubah generasi menjadi lebih baik lagi, untuk apa infrastruktur bagus tetapi SDM nya tidak berkualitas” tegasnya

Komentar Menggunakan Akun Facebook Anda