WAYANGAN DI BUMI HARJO EDWAR ANTONY INGATKAN GENERASI MUDA PEDULI BUDAYA BANGSA INDONESIA

  • Bagikan

Laporan Wartawan : Agus
Redaktur : ANGGI SUBAGIO

KABARSUMATERA.CO.ID/ WAY KANAN – Wakil Bupati Way Kanan Edwar Antony Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, dalam rangka Hari Jadi Kampung Bumi Harjo Kecamatan Buay Bahuga Jum’at (6/9/ 2019) malam.

Wakil Bupati Edwar Antony menyampaikan dalam sambutannya
Sebagaimana dipahami bersama bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai Macam Kebudayaan, dari Sabang sampai Merauke. Budaya tersebut merupakan peninggalan dari nenek moyang kita yang semestinya pasti akan diturunkan kepada kita, sebagai generasi penerus agar budaya itu tidak punah. ” Tutur Edwar

Lebih lanjut Wabub mengatakan “Akan tetapi, dalam kenyataannya banyak sekali generasi muda yang kurang peduli dengan budaya, peninggalan nenek moyang kita. Untuk Itu, perlu diadakan sosialisasi tentang betapa pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya di masyarakat. Kabupaten Way Kanan merupakan suatu Entitas daerah yang didiami berbagai macam suku. Keberagaman suku tersebut menjadikan Kabupaten Way Kanan Kaya dengan nilai budaya lokal yang sangat luhur. Sayangnya Kearifan nilai budaya lokal tersebut mulai tergeser oleh transformasi dan peradaban sosial, sehingga lambat laun akan mengalami kepunahan, jika tidak sejak dini dilakukan revitalisasi terhadap nilai nilai tradisi yang ada.
Kecenderungan terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya menuntut semua pihak untuk terlibat dalam pelestarian nilai-nilai budaya bangsa, termasuk nilai-nilai budaya lokal daerah sebagai kristalisasi/embrio nilai-nilai budaya nasional. Oleh karena itu, saya sangat memberikan Apresiasi dengan adanya Pertunjukan Wayang Kulit Semalam Suntuk dalam rangka Hari Jadi Kampung Bumi Harjo. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi media untuk membangun animo generasi muda dalam menggali dan memahami nilai-nilai budaya tradisi yang kaya dengan kearifan dan tata nilai yang khas. Faktor Eksternal yang mempengaruhi lunturnya kebudayaan di daerah adalah generasi muda/pelajar lebih bangga terhadap budaya asing
yang lebih mengarah pada kebebasan. Sedangkan Faktor Internal adalah Masyarakat tidak mengajarkan kepada anaknya, sehingga generasi muda tidak peduli dengan eksistensi budayanya sendiri, sebagai contoh generasi muda mungkin tidak mengetahui lagu-lagu dan tarian dari daerah mereka sendiri tetapi mereka bisa dengan mudahnya menarikan dance modern atau balet dan menyanyikan lagu-lagu anak sekarang (pop, rock). ” Tutur WABUB menjelang akhir sambutan.

banner 728x90
  • Bagikan