Gerak Cepat Popo Ali Bupati Oku Selatan Jemput Warganya Di Duga Korban Human Trafficking

  • Bagikan

 

Laporan : Joko S.
Redaktur: Anggi Subagio

Kabarsumatera.co.id/Oku Selatan- Empat Belas warga asal Kota Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, provinsi Sumatera Selatan, diduga jadi korban penipuan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut terjadi sekitar 3 bulan lalu. Awalnya14 orang ini berangkat dari Muaradua untuk dipekerjakan di daerah Kalimantan. Namun ke 14 orang ini sendiri tidak mengetahui pekerjaan apa yang akan mereka lakukan di sana.

Seperti dilansir dari RMOLSumsel.id, Luky saat berbincang melalui telepon seluler milik Ketua IKABES Kukar, Arif Budiman, mengatakan ada koordinator lapangan yang membawa mereka dari Muaradua dan menjanjikan pekerjaan dengan gaji 10 juta perbulan.

Namun setibanya 14 orang ini di lokasi, mereka dipisah-pisah oleh koorlap yang semula membawanya. Dari 14 orang tersebut, lima diantaranya dititipkan di Perusahaan Perkebunan Kayu PT Silva. Di perusahaan ini ke lima orang tersebut bertugas membersihkan kayu Ekaliptus dan Akasia, menyemprot dan menebas. Pekerjaan ini ternyata lebih berat dari yang mereka bayangkan sehingga membuat mereka tidak betah.

Kelima orang tersebut yakni Luky Gunata, warga Desa Mahanggin Kecamatan Muara Dua. Aroji, Anwar, Basuni dan Fendi, warga Desa Pedagan Dua Dusun 3, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten OKU Selatan.

Karena tak tahan dengan perlakuan yang diterima, kelima orang ini akhirnya kabur dari perkebunan tersebut. Namun tidak mudah untuk mereka melarikan diri dari tempat mereka kerja, karena lokasinya yang berada dalam hutan.

Dalam pelariannya, kelima warga OKU Selatan ini sempat tersesat selama 7 hari 7 malam di dalam hutan di daerah Tabang. Untuk bertahan hidup selama di hutan, mereka hanya memakan umbut-umbutan dan minum air yang ada di hutan tersebut. Setelah selama seminggu berada di hutan, kelimanya berhasil keluar dari hutan di daerah Pelai daerah Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhirnya menemukan sebuah kampung kecil.

Lalu oleh warga sekitar, kelima orang tersebut dibawa menggunakan truk dari Kecamatan Kota bangun menuju Tenggarong, ibu kota Kukar. Di Tenggarong mereka dipertemukan dengan Ketua IKABES Kukar, Arif Budiman dan ditampung di Sekretariat IKABES Kukar di Tenggarong.

Mengetahui kronologi kelima orang tersebut, Ketua IKABES Kukar selanjutnya menginfokan perihal warga OKU Selatan itu kepada pihak pemerintah daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dalam hal ini Camat Muaradua dan Bupati OKU Selatan.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Bupati OKU Selatan, Popo Ali, langsung begerak cepat menjemput kelima warga Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan tersebut.

Hal itu disampaikan Imam, Kasubag dokumentasi dan publikasi komunikasi pimpinan pemda OKU Selatan saat di hubungi melalui whatsApp, Rabu (26-08-2020) mengatakan saat ini Bupati OKU Selatan Popo Ali sudah bertemu 9 orang dari 14 orang tersebut.

“Bupati baru bertemu 9 dari 14 orang tersebut, 5 orang lainnya masih dicari keberadaannya. Untuk 9 orang ini, hari ini juga langsung dibawa pulang ke OKU Selatan, mungkin sekira pukul 17:00 Wib nanti tiba di Palembang”. jelas Imam

Imam juga mengatakan jika Bupati OKU Selatan juga telah berkomunikasi dengan Bupati Kukar dan aparat kepolisian untuk mencari keberadaan kelima orang tersebut agar segera ditemukan dan di boyong pulang ke OKU Selatan.

banner 728x90

banner 728x90

  • Bagikan