Longsor semakin mengancam rumah warga Kampung Karangan Bumi Agung Way Kanan

677

 

Laporan wartawan : Rio Anggara
Redaktur : Anggi Subagio

‍KABARSUMATERA.CO.ID/WAY KANAN -Menurut Himpunan Awak Media di lapangan Musim penghujan semakin mengancam pemukiman rumah warga kampung Karangan Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way Kanan Jum’at (27/03/2020)Pagi.

Kondisi kampung Karangan induk (Tiuh Tuha) yang semakin manghawatirkan warga yang rumah nya di bagian tepi sungai
Pasalnya etensitas hujan deras, longsor semakin parah dan hampir mendekati rumah warga.

Beberapa tahun terakhir ini kondisi arus sungai way umpu yang melintas di kampung karangan merubah perlintasan arus sehingga banyak perkebunan dan ladang warga yang hilang akibat diseret arus sungai , Begitupun dengan pemukiman rumah warga yang berada di tepian sungai.

Kondisi ini semakin parah dan mengkhawatirkan warga, jarak dari tepian sungai dengan rumah warga kini hanya sekitar 1 meter,semakin hari lonsor semakin mendekat rumah warga.

Ada sekitar 25 rumah warga yang berada ditepian sungai,tidak lagi memiliki lahan belakang rumah,bahkan sumur warga pun banyak yang hilang akibat longsor.

Kampung Karangan induk (tiuh tuha) masih terkenal dan kental dengan adat istiadat lampung.bahkan mayoritas warga adalah orang lampung.

Saat diwawancarai awak media Heri (29) Salah satu pemuda Kampung Karangan yang selalu memantau kondisi kampung nya sangat menghawatirkan keadaan yang semakin memprihatinkan.

” ya mas Semakin hari longsor semakin mendekati rumah warga ,termasuk rumah orangtua saya,ada sekitar tiga rumah yang paling menghawatirkan jarak dari tepian sungai dengan rumah semakin dekat, semoga ada solusi dari pemerintah setempat.”Ungkapnya

Komentar Menggunakan Akun Facebook Anda