Masyarakat Mulyo Harjo Pertanyakan Barang Bukti Diduga Sabu Dinyatakan Garam Oleh Polisi

635

Laporan Wartawan : Anggi

Kabarsumatera.co.id / Way Kanan – Masyarakat Kampung Mulyo Harjo Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way Kanan menduga adanya penggantian barang bukti yang diduga dilakukan oleh oknum Polsek Bumi Agung pada penangkapan 4 orang pelaku curat yang terjadi di kampung mereka.

” Yang pertama perlu diketahui bahwa yang menangkap 4 pelaku curat tersebut adalah saya dan dan Eko Palawa, bukan Polisi baru setelah kami tangkap kami teleponkan bhabinkamtibmas.” Ujar Deden Kepala Kampung Mulyo Harjo

Setelah Bhabinkamtibmas kami yang bernama Hartono sampai di Kampung Mulyoharjo, maka kami lakukan penggeledahan terhadap HR (32), ZA (29), SP (25) dan AS (27) , 4 orang warga Muncak Kabau Kabupaten Oku Timur Provinsi Sumatera Selatan yang diduga sebagai pelaku tindak pidana curat (pencurian dengan pemberatan red) dengan disaksikan oleh Pak Babin Hartono, dan selain menemukan berbagai senjata tajam , dari salah satu dompet tersangka ditemukan satu plastik bening kecil yang isinya diduga sabu, akan tetapi saat dilakukan expose barang tersebut tidak ada, hal itulah yang kami tanyakan, ” ujar Deden Kepala Kampung Mulyo Harjo yang juga korban percobaan pencurian tersebut.

Saat ditanyakan masyarakat dan bhabinkamtibmas Apa isi plastik klip mengkilat tersebut, dijawab oleh para tersangka sebagai garam dengan alasan para tersangka tersebut takut ular, Namun semua masyarakat yang menyaksikan dan yang pernah melihat sabu-sabu menyatakan bubuk mengkilat yang ada di dalam plastik klip putih kecil tersebut adalah sabu-sabu,

“Setelah selidiki ternyata salah seorang dari pelaku yang hendak mencuri rumah saya itu adalah residivis dan garam adalah kata lain dari pada narkoba jenis sabu, dikomunitas mereka.yang kami sayangkan saat melakukan expose barang yang kami duga Sabu itu itu telah dinyatakan garam padahal belum dilakukan tes oleh pihak yang berkompenten,” imbuh Deden yang di iyakan oleh warga lain yang bernama Emon.

Sementara Emon salah satu tokoh pemuda Bumi Agung menyatakan bahwa masyarakat masih mempertanyakan kebenaran terkait barang bukti yang diduga kuat adalah sabu dan dinyatakan sebagai garam setelah dipertanyakan oleh masyarakat.

” Jadi awalnya yang diduga kuat sabu dan dinyatakan garam tersebut tidak ada pada saat dirilis awal salah satu anggota Polsek Buay Bahuga diakun medsosnya, setelah kami tanyakan akhirnya mereka mengakui itu sebagai garam,” Ujar Emon

” Jadi dari sana kecurigaan kami berawal, karena pada saat subuh penangkapan pelaku percobaan Curas, oleh masyarakat kampung Mulyo Harjo banyak yang menyaksikan bubuk putih tersebut diduga kuat narkotika jenis sabu, masyarakat masih mempertanyakan hal itu,” Beber Emon.

” Saat ini masyarakat juga menginginkan pelaku dites urin yang disaksikan oleh perwakilan masyarakat dan awak media,” Pungkas Emon.

Terpisah IPTU Akmaludin Kapolsek Bumi Agung Kabupaten Way Kanan membantah bila pihaknya menghilangkan barang bukti pada penangkapan 4 orang pelaku percobaan pencurian di rumah Deden alkindo Kepala Kampung Mulyoharjo Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way Kanan.

” untuk apa kami menghilangkan barang bukti tersebut auto Apa gunanya kami menggantinya dengan garam karena memang barang yang dikira oleh masyarakat narkoba jenis sabu itu memang garam adanya, dan hal itu sudah diterangkan oleh para tersangka ketika ditanya oleh masyarakat dan bhabinkamtibmas setelah mereka baru saja ditangkap di Kampung Mulyoharjo.

” Jadi kami ini sekarang yang sedang dalam hujatan hanya saja saya pastikan kalau nanti tidak terbukti maka kami akan tuntut balik para pelaku Penghujat Polsek Bumi Agung, karena memang kami tidak pernah mengubah barang bukti dan yang dikatakan narkoba jenis sabu itu memang garam bukan narkoba,’ tegas IPTU Akmaludin Kapolsek Bumi Agung pada Awak Media.

Komentar Menggunakan Akun Facebook Anda