SIASAT PETANI OKU TIMUR HADAPI KEMARAU PANJANG AGAR TETAP PRODUKTIF

506

Laporan Wartawan : Anton
Redaktur : Anggi Subagio

KABARSUMATERA.CO.ID/ OKU TIMUR – Dalam situasi kemarau seperti saat ini, agar lahan persawahan tidak terbengkalai dan perekonomian petani padi tetap stabil. Tentunya, ada hal yang harus dilakukan petani padi yakni harus berfikir cerdas, salah satunya dengan cara mengalih fungsikan lahan persawahan dengan melakukan penanaman Holtikultura, buah-buahan atau sayur mayur yang cocok di tanam pada saat musim kemarau, seperti semangka, labu, bawang merah, kacang tanah dan sayur terong.

Pak Roni (42) salah satu petani padi di Desa Bukit Tempel, Kelurahan Bukit Sari, Kabupaten OKU Timur, berdasarkan pantauan, di saat situasi kemarau seperti saat ini, dirinya harus beralih fungsi dengan memanfaatkan lahan persawahannya untuk menanam buah semangka.

Apalagi menurutnya, proses waktu panennya buah semangka ini tidak lama, sehingga biaya yang dibutuhkan tidak terlalu banyak dan keuntungannya juga lumayan tinggi dan tidak terlalu berisko.

“Untuk pengolahan lahannya sangat mudah, tidak membutuhkan banyak tenaga kerja dan teknologi pertanian. Demikian halnya saat pemeliharaan, cukup dikerjakan oleh dua orang saja sejak mulai tanam hingga menjelang panen,” katanya (15/10/19).

“Saat ini semangka yang ditanam sudah berusia 46 hari, waktu yang dibutuhkan dari masa tanam hingga panen sekitar 2 bulan lebih atau sekitar berusia 60 hari hingga 65 hari. Jenis semangka yang ditanam ada dua jenis diantaranya, semangka jenis inul dan semangka non biji,” ujarnya.

Selanjutnya Dirinya mengaku, kualitas dua jenis semangka yang ditanamnya jauh lebih baik, rasanya manis dari pada semangka jenis lainnya. Makanya, kini semakin banyak petani khusunya yang ada di Kabupaten OKU Timur ini yang menanam semangka.

Untuk pemasaran buah semangka, kata Roni, cukup luas. Tengkulak akan datang sendiri ke kebun, atau dijual langsung ke Jakarta. Harganya pun bisa lebih mahal. Tapi menurutnya, rata-rata petani menjual setelah seluruhnya dipanen.

“Ya hampir jarang sekali petani semangka yang mengalami kerugian, selama ini alhamdulillah selalu untung,” ungkap Pak Roni dengan wajah senyumnya.

Lebih lanjut, dirinya berharap kepada pemerintah terkait agar dapat lebih memperhatikan petani, baik itu petani padi ataupun petani semangka, khusunya petani yang ada di kabupaten OKU Timur. “Sehingga apa yang menjadi kendala pada petani mampu dapat terselesaikan dan perekonomian petani pun dapat lebih meningkat,” harapnya.

Komentar Menggunakan Akun Facebook Anda