Anggota DPRD Way Kanan Pertanyakan Keberadaan Bidan Desa/KabarSumatera.co.id

  • Bagikan

laporan Wartawan : KabarSumatera. Co. Id

KabarSumatera. Co. Id WAY KANAN Menurut Pantauan KabarSumatera. Co. Id di lapangan Bagi masyarakat desa, peran dan keberadaan bidan desa sangatlah besar. Manakala terjadi hal-hal buruk menyangkut kesehatan masyarakat desa, maka pihak pertama yang memberikan pertolongan adalah bidan desa.

Meski sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil, mendapatkan tunjangan daerah, hingga fasilitas rumah dinas, di beberapa kasus sang bidan malah memilih tinggal di desa lain. Berbagai alasan mereka kemukakan soal keengganan tinggal di rumah dinas yang ada di tempat dia bertugas. Mulai dari alasan hanya tinggal sendiri, hingga desa tempat mereka bertugas jauh.

Keengganan beberapa oknum bidan desa tinggal di wilayah tugasnya, membuat warga geram. Pasalnya, hanya sang bidanlah tempat mereka bergantung saat terjadi masalah darurat kesehatan. Bidan desa yang tinggal di tempat mereka seperti ‘dewa penolong’. Tak hanya untuk memberikan layanan kesehatan kepada ibu dan bayi, terkadang juga diminta memberikan pengobatan untuk berbagai penyakit umum. Tapi, apalah jadinya kalau bidan yang diharapkan bisa menyembuhkan berbagai penyakit tersebut tidak tinggal 24 jam di tempat mereka. Alternatifnya, tentu warga akan mencari bidan terdekat dari kampung mereka.

Masalah tentu tak semudah itu, pindah ke bidan di desa tetangga. Akses jalan menuju desa tetangga jangan disamakan dengan jalan di kota yang bisa dilewati secara mudah. Jalan rusak, jembatan penghubung tak layak dilalui mobil, hingga tak adanya penerangan jalan, menjadi masalah umum di desa-desa pelosok. Wajar, untuk menempuh perjalanan ke desa tetangga yang hanya beberapa kilometer diperlukan waktu hingga beberapa jam. Belum lagi kondisi jalan yang tidak layak, membuat ibu hamil atau orang sakit yang dibawa menjadi lebih merasa kesakitan.

Wajar kalau pasien seperti kasus melahirkan sebelum mendapat pertolongan bidan desa tetangga. Saat kasus seperti ini terjadi, siapa yang patut disalahkan? Jawabannya bisa kepada bidan desa yang meninggalkan tempat kerjanya. Namun bisa juga kepada pemerintah setempat yang tak tanggap memperbaiki fasilitas jalan penghubung antar Desa.

Sahdana Angota DPRD Way Kanan dari Fraksi PDi Perjuangan Pertanyakan Keberadaan Bidan Desa Di Kampung Bandar Sari Dan Bukit Harapan

Saat di Konfirmasi oleh awak Media KabarSumatera. Co. Id melalui telphone selulernya Mengatakan ” Ya Mas, Sampai Saat ini Saya tidak Tahu, seperti di Kampung Bandar Sari Di Mana Tempat Kerja Nya Bidan Desa sepengetahuan saya Puskesmas Kampung Itu di Huni Tidak ada Bidan Nya,Bukit Harapan Juga Saya belum Kenal Siapa Bidan Nya “.Tegas Nya.

Lebih Lanjut Sahdana Berharap Kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Setempat benar benar Mengkontrol Keaktifan Bidan Desa dalam Pelayanan Kepada Masyarakat Umum Maupun dalam Keadaan Darurat “.Tegas Nya.

banner 728x90

banner 728x90

  • Bagikan