Kisah Cinta Ku Berawal dari Kota Jogja !!!

  • Bagikan

KabarSumatera. Co. Id OKU TIMUR Kenapa Jogja? Pertanyaan itu sangat sering ditanyakan oleh banyak sekali orang di kampungku setiap mereka tahu kalau aku akhirnya memilih berkuliah di Jogja.ungkap Seorang Senior ku inisial Djart (28) saat Ngobrol Ngobrol Positif untuk kemajuan OKU Timur , sambil nyeruput kopi nya sambil Makan pisang Goreng di Kantor Redaksi ku.

 

Pertanyaan yang kayaknya bakalan sangat mudah dijawab memang, tapi nyatanya jawabannya tak bisa pendek. Ada banyak alasan dan penjelasan tentang kenapa akhirnya aku memilih Jogja. Yang jelas aku sudah mantap untuk melanjutkan pendidikan di kota gudeg beberapa tahun yang lalu ujar Djart sambil tersenyum

Setelah selesai berkuliah aku tak terus memutuskan untuk pulang sejenak ke kampung halaman ku di Sumatera, serta Aku berjuang kembali mencari pekerjaan di kota pelajar ini. Lagi-lagi ada banyak orang bertanya, kenapa Jogja? Ada banyak kota besar lain yang bisa mempermudah jalanku dalam mencapai karir. Kota besar lain dengan peluang kerja yang jauh lebih besar dan pastinya dengan UMR yang lebih besar juga dari Jogja. Lalu kenapa bersikeras di Jogja? Lagi-lagi tak bisa menjawab pertanyaan ini dengan pendek. Bagiku, khususnya untuk orang-orang yang ingin menghabiskan sisa hidupnya mencari uang, akan sangat susah menjelaskan kenapa aku memilih untuk hidup di Jogja.

Salah satu alasan paling common kenapa orang suka Jogja adalah karena memang Jogja ini bikin jatuh cinta. Itu semua orang juga tahu sih. Bahkan orang yang datang ke Jogja dalam waktu dua hari saja akan merasakan bahwa kota ini sangat bikin jatuh cinta. Tapi, bagi yang berkuliah di sini seperti aku, rasa jatuh cintanya berbeda.

Para wisatawan datang ke Yogyakarta dan jatuh cinta dengan bangunannya, budayanya, makanannya, acara keseniannya. Tapi, bagiku dan mungkin bagi banyak orang lainnya, rasa jatuh cintaku pada Jogja tak sesederhana itu. Rasa jatuh cintaku pada kota ini dimulai dari sebuah sore di asrama pelajar . Waktu itu pertama kali masuk Jogja. Aku berhenti di sebentar sambil melihat senja. Dan, satu persatu lampu yang kota Jogja hidup. Bukan hanya pemandangannya yang indah, tapi perasaan haru pada waktu itu susah diungkapkan.

Yang bikin Jogja loveable itu Aa’ burjo yang aslinya orang Jawa, pedagang angkringan yang sering sok kenal, supporter PSS Sleman yang sering melanggar lalu lintas sambil pakai RX King, bapak-bapak tetangga yang menyemprot burung peliharaannya. Bukan bangunan atau budaya, tapi suasananyalah yang paling bikin Jogja jadi tempat yang gampang dicintai.

Jogja adalah kota waras. Bukan kota santri atau kota industri.

Alasan lain kenapa aku memilih untuk akhirnya berjuang mencari pekerjaan di Jogja adalah karena kota ini masih waras. Mau cari hal baik hingga hal buruk pun ada. Kota ini manusiawi. Aku bukan orang super baik yang kerjaannya tiap hari beribadah. Aku juga butuh tempat nongkrong, tempat biliar,. Di Jogja semua itu ada, lengkap.

Mulai dari hal baik hingga hal buruk, mulai dari yang murah hingga yang mahal, mulai dari yang nyeni hingga yang logis, semuanya ada di kota dengan lebih dari 300.000 mahasiswa ini. Jika memutuskan bekerja di sini, harus siap. Yogyakarta tak seperti Semarang, Gresik, dan Sidoarjo yang memang kota industri. Di sini UMR-nya kecil. Tapi, UMR yang kecil itu kadang tertutup oleh tawa-tawa renyah di angkringan, teriakan-teriakan orang-orang di burjo saat nonton bola karena di kosnya tidak punya TV. Kecilnya UMR itu ditutupi oleh kenyamanan.

Membuat janji bertemu dengan teman yang jaraknya 20 kilometer bukan masalah di Jogja. Semacet-macetnya Jogja, 20 kilometer tidak akan memakan waktu 1 jam. Punya uang 50 ribu rupiah akan sangat riskan saat kita harus mengajak cewek makan di Surabaya, Semarang, atau Jakarta. Tapi, di sini masih banyak tempat yang murah dan enak. Selain itu tempatnya pun sangat bisa untuk bercengkrama.

Di sini aku menemukan kedewasaan, jodoh, dan mungkin masa depan,Di sini aku dapat pengalaman

Di luar semua alasan di atas, salah satu alasan kenapa akhirnya aku begitu mencintai Jogja adalah karena aku menemukan banyak hal di sini. Aku menemukan kedewasaan di sini. Berangkat dari kota yang bahkan tak punya bioskop, aku sempat kaget dengan gemerlapnya Jogja. Aku sempat jadi orang udik yang gumunan.

Di kota ini aku merasa patah hati ditinggalkan pacar, menemukan yang salah, dan akhirnya menemukan jodoh sesama pelajar dari OKU TIMUR ucap Senior ku. Kota ini adalah saksi perjalanan hidupku yang biasa saja ini. Aku mendapatkan banyak pengalaman di sini, baik itu baik maupun buruk. Yang jelas, kota ini adalah kota tercinta yang akan aku tinggali dalam waktu yang sangat lama saat menuntut ilmu pendidikan, . Lalu, apa yang jadi alasanmu masuk kota yogyakarta.

Senior ku kembali Bergumam kepada ku ia menceritakan keinginan nya Memajukan kabupaten OKU Timur dengan meniru Kehidupan di Yogyakarta,Ramah Tamah dan humonis,.

Dik, kata Senior ku sambil Mengisap Rokok Kreteknya dan sesekali menyeruput Kopi nya. Ilmulah yang akan Memajukan Mu kelak di kemudian hari, agar Kabupaten kita OKU Timur banyak di kenal serta diketahui oleh wisatawan lokal dan Luar Negri silahkan ceritakan di Medsos mu tentang indah nya Wisata OKU TIMUR “tutup Senior ku

Redaksi Media Online
KabarSumatera. Co. Id

banner 728x90
  • Bagikan